logo

MPR RI Micro Site

Sabtu, 21 September 2019 | Edisi : Indonesia

Peran Penting Umat Islam Menyelamatkan Pancasila dan NKRI

Selasa, 03 Sep 2019 - 09:23:16 WIB
Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN
tscom_news_photo_1567477396.jpg
Sumber foto : Istimewa

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Hidayat Nur Wahid (HNW) Wakil Ketua MPR RI menegaskan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan dua karya yang tidak lepas dari peran serta umat Islam.

Menurutnya, Umat Islam mempunyai andil menyelamatkan Pancasila dan NKRI. Maka dari itu, legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menepis tuduhan Umat Islam membahayakan Pancasila dan NKRI.

"Orang-orang yang menuduh umat Islam membahayakan Pancasila dan membahayakan NKRI, saya sebut sebagai kelompok mualaf Pancasila dan NKRI. Karena mereka mengaku Pancasila tapi tidak Pancasilais, mengaku NKRI tapi tidak mengerti NKRI," kata Hidayat di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

HNW menyesalkan adanya tuduhan kepada Ustaz Fadlan Garamatan yang dikenal dengan julukan Dai Sabun, sebagai penyebab kericuhan di Tanah Papua, beberapa hari yang lalu.

Dalam hal penyelamatan Pancasila, Hidayat menjelaskan peran dari tokoh umat Islam, yaitu KH Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Mr.Teuku Mohammad Hasan ketika penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kalimat tauhid yang juga akidah Umat Islam. Dengan peran mereka akhirnya Pancasila bisa terselamatkan. Indonesia selamat dari perpecahan," paparnya.

Sedangkan dalam hal penyelamatan NKRI, menurut Hidayat, peran tokoh Masyumi, Mohammad Natsir, sangat penting sehingga bisa mengubah Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui Mosi Integral. 

Hidayat juga menyebutkan peran Amien Rais Ketua MPR periode 1999-2004, dalam amandemen UUD NRI 1945 yang mempertahankan dua hal paling mendasar, yaitu Pembukaan UUD dan Indonesia sebagai negara kesatuan.

Maka dari itu, Hidayat mengingatkan supaya generasi muda tidak melupakan sejarah bangsa, seperti istilah yang pernah disampaikan Bung Karno yaitu Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).

"Jas Merah memang penting, tapi tidak kalah penting adalah Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama," imbuhnya.