logo

MPR RI Micro Site

Minggu, 24 Juni 2018 | Edisi : Indonesia
Aktivitas Pimpinan

MPR Terima Delegasi Partai Komunis Vietnam, Ini yang Dibahas

Rabu, 23 Agu 2017 - 00:48:15 WIB
Ferdiansyah , TEROPONGSENAYAN
65IMG-20170823-WA0001.jpg
Sumber foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR RI EE Mangindaan saat menerima kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Strong, Selasa (22/8/2017) di komplek parlemen Senayan, Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pimpinan MPR RI menerima kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam (PKV), YM Nguyen Phu Trong, beserta delegasi di Gedung Nusantara V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017). Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan, beserta jajaran pimpinan fraksi di MPR dan Kesetjenan memimpin acara tersebut.

Beberapa yang nampak hadir diantaranya Arwani Thomafi, Bahtiar Ali, Ahmad Basarah, Andi Akmal Pasluddin, Syarifudin Suding, dan Linda Megawati. Dari pihak Nguyen membawa sekitar 12 delegasi dengan enam pendamping antara lain anggota Biro Politik Partai Komunis Vietnam, Sekretaris Komite Pusat Partai Komunis Vietnam, anggota Komite Pusat Partai Komunis Vietnam, asisten sekjen, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, dan seorang penerjemah.

EE Mangindaan mengungkapkan ada beberapa poin yang disampaikannya dalam kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam YM Nguyen Phu Trong beserta delegasi ke MPR. Salah satunya berkaitan hubungan bilateral kedua negara saat ini dan akan datang.

"Persahabatan kedua negara dan bangsa diharapkan lebih meningkat di masa yang akan datang," ujar Mangindaan di Nusantara V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (22/8/2017).

Mangindaan menambahkan, kedua belah pihak juga bertekad untuk menjadikan negara-negara kawasan ASEAN tetap damai di berbagai bidang. Menurutnya, Vietnam dan Indonesia sepakat jika terjadi persoalan maka penyelesaiannya harus dilakukan bersama dan saling hormat menghormati.

"Hubungan parlemen bagus, persahabatan bagus dan kawasan ASEAN," kata dia.

Dalam pertemuan itu juga, Mangindaan menyinggung batas zona ekonomi ekslusif (ZEE) kedua negara. Kedua negara ini kata dia, sepakat tim teknis tengah bekerja untuk menyelesaikan.

"Bagus juga kalau diselesaikan sehingga bisa menjaga kawasan ini terutama sumber daya ikan. Jadi, bisa memanfaatkan bersama kawasan ini dengan saling menghormati satu sama lainnya," ujarnya.

Namun demikian, Mangindaan enggan menanggapi terkait adanya anggapan miring soal kunjungan Partai Komunis ke Indonesia. Politikus Partai Demokrat itu menegaskan kunjungan tidak terkait dengan ideologi masing-masing negara.

"Kami terima sebagai negara sahabat, bukan masalah ideologi. Kalau Ideologi kita Pancasila. Sebagai negara kita bersahabat dengan negara dan bangsa lain, itu sah-sah saja," katanya.

Nguyen beserta rombongan delegasi tiba sekitar pukul 15.00 WIB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dan langsung disambut gelaran karpet merah oleh pihak MPR. EE Mangindaan yang menerima kunjungan Nguyen Phu Trong pada saat membuka pertemuan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Nguyen.

"Terima kasih atas kedatangannya. Kiranya akan mempererat hubungan antara kedua bangsa. Kami tahu hubungan kita sudau lebih dari 60 tahun," ujar Mangindaan, Selasa (22/8). Adapun setelah pertemuan dengan MPR, Nguyen juga dijadwalkan bertemu dengan pimpinan DPR dan DPD pada hari yang sama namun jam yang berbeda.(dia/dbs)