logo

MPR RI Micro Site

Sabtu, 22 September 2018 | Edisi : Indonesia
Sosialisasi Empat Pilar

MPR: Bangsa Kita Digempur Habis-habisan oleh Fenomena Negatif

Jumat, 25 Agu 2017 - 09:52:41 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
64mahyudin-mpr.jpg
Sumber foto : Istimewa
Mahyudin

SAMARINDA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengimbau masyarakat untuk memahami betul agama dan nilai-nilai luhur bangsa, seperti Pancasila. Pemahaman tersebut sangat penting untuk membentuk kepribadian bangsa Indonesia.

”Karena saat ini bangsa kita digempur habis-habisan oleh berbagai kasus dan fenomena negatif yang berpotensi merusak persatuan di Indonesia. Seperti, masih banyak kasus korupsi, radikalisme, dan terorisme," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/8/2017).

“Mengapa negara lain begitu khawatir dengan Indonesia? Karena Indonesia dengan jumlah penduduknya 200 juta jiwa lebih, punya sumber daya alam sangat berlimpah dan alam yang baik," kata dia lagi.

Anehnya, menurut Mahyudin, Indonesia selalu bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar. "Itu masalahnya. Maka mereka melancarkan perang ideologi dan perang ekonomi. Kalau kita tidak mampu mengatasinya, maka kita akan selalu di bawah negara-negara lain," ujarnya.

Dia berharap Indonesia memiliki kesadaran penuh dari hati untuk lebih memahami Pancasila. Hal ini tak lain demi masa depan bangsa dan negara. "Jangan sampai calon pemimpin bangsa rusak oleh pengaruh korupsi, radikalisme, dan terorisme," ujarnya.

Pada Kamis (24/8), Mahyudin melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam kesempatan itu, berkumpul sekitar 500 orang anggota Himpunan Wanita Karya (HWK). Mereka adalah peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan MPR bekerja sama dengan HWK Kalimantan Timur.

Mahyudin menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu MPR, apa fungsi, dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, jelas Mahyudin, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD).

Kepada anggota Himpunan Wanita Karya, Mahyudin menyampaikan tentang latar belakang Pancasila. Antara lain mengungkapkan bahwa Pancasila adalah nilai atau intisari bangsa Indonesia yang memang sudah ada dari dulu dan tertanam kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Bung Karno-lah yang menggali kembali Pancasila hingga muncul ke permukaan, selanjutnya menjadi falsafah bangsa.(yn)