logo

MPR RI Micro Site

Selasa, 13 November 2018 | Edisi : Indonesia
Sosialisasi Empat Pilar

OSO : Empat Pilar Benteng Terakhir Pertahanan Bangsa

Sabtu, 26 Agu 2017 - 19:03:52 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
37wakil-ketua-mpr-ri-oesman-sapta-_170826182849-502.jpg
Sumber foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta saat acara Gebu Minang di Pontianak, Sabtu (26/8/2017)

PONTIANAK (TEROPONGSENAYAN)-- Ancaman budaya asing terhadap keutuhan nilai luhur bangsa Indonesia dinilai terus meningkat. Hal ini terjadi seiring arus informasi dari luar yang tidak bisa dikendalikan dan dibendung. Bangsa Indonesia diminta tidak lengah dan membiarkan nilai-nilai asing tersebut merusak budaya bangsa Indonesia.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta, mengatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR terus dilakukan. Tujuannya adalah membentengi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari kerusakan yang diakibatkan masuknya budaya asing. Selain itu, sosialisasi dibutuhkan karena banyak anak-anak Indonesia yang lupa atau belum mengetahui Empat Pilar MPR RI.

"Melalui nilai-nilai yang ada di dalamnya, MPR berusaha menjaga dan mempertahankan gempuran asing terhadap nilai-nilai bangsa Indonesia," ujar OSO dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/8/2017).

OSO mengatakan hal itu saat mendatangi acara Gerakan Ekonomi Budaya (Gebu) Minang, Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di pelataran Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Kalimantan Barat. OSO yang juga Ketua DPD RI itu didampingi sejumlah anggota MPR RI.

Dalam kesempatan itu, dia menyebut,
empat pilar (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika) adalah pertahanan terakhir untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Empat Pilar, menurut dia juga bagian dari fondasi bagi anak-anak bangsa agar tingkat intervensi  asing bisa diminimalisir.

Anggota MPR Fraksi Nasdem Prof Bachtiar Aly mengatakan, masalah Pancasila sudah selesai sejak Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Karena itu, tidak perlu lagi ribut soal Pancasila.

"Apalagi di kalangan masyarakat Minang. Karena saat Pancasila dilahirkan tokoh Minang ikut meramu Pancasil  sehingga seperti sekarang. Moh Yamin, adalah orang Minang yang ikut meletakkan dasar Ketuhanan yang Maha Esa di dalam Pancasila," kata dia.(dia/dbs)