logo

MPR RI Micro Site

Kamis, 18 Januari 2018 | Edisi : Indonesia
Aktivitas Pimpinan

Pimpinan MPR Ini Serahkan Sapi Kurban Buat Korban Kebakaran

Jumat, 01 Sep 2017 - 14:48:32 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
10hidayat-nur-wahid-mpr.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Hidayat Nur Wahid menyerahkan seekor sapi untuk korban kebakaran di di Kangkung, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (1/9/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyerahkan seekor sapi kurban seberat 350 kilogram kepada warga korban kebakaran di Kangkung, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Pada pertengahan Agustus lalu, di kampung ini terjadi kebakaran yang menyebabkan sekitar 245 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal. Mereka saat ini ada yang tinggal di rumah saudara atau sewa rumah.

Selepas menjadi khatib salat Idul Adha, HNW meninjau hewan korban, seekor sapi berwarna hitam. Dikatakannya, berkurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan kurban namun juga ada motivasi baik dan benar. Yang diterima Allah bukan hanya daging hewan yang disembelih tetapi juga ketakwaan dan motivasi.

"Motivasi dalam kehidupan perlu disegarkan," ujar politisi senior PKS ini.

Saat ini diakui masyarakat terjebak pada beragam permasalahan sehingga menjadi pragmatis, individualistis, materalistik, dan tak lagi mementingkan nilai-nilai.

Untuk itu, menurut HNW, dengan Idul Adha, kita diingatkan kembali untuk menghadirkan sikap hidup yang sangat mendasar yakni motivasi yang baik dan benar untuk mengisi kehidupan.

"Inilah yang menghadirkan kemerdekaan Indonesia. Kalau para pendiri bangsa memikirkan materi maka Indonesia tak merdeka," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, para pendiri bangsa berjuang karena motivasi yang hebat sehingga Indonesia merdeka.

HNW berpesan, dalam Idul Adha jangan menyembelih hewan kurban saja namun sembelihlah hawa nafsu. Hawa nafsu disebut menghadirkan kekerasan, ketakadilan, dan korupsi. Hawa nafsu juga akan melahirkan tragedi.

Disampaikan juga, Idul Adha tidak hanya berdimensi ilahiyah namun juga berdimensi kemanusiaan.

"Buktinya daging kurban dibagikan kepada orang miskin. Hal demikian membuat kedekatan antarmasyarakat. Sehingga beragama itu rahmatah lil alamin. Jadi, Idul Adha melahirkan kebersamaan," demikian HNW.(yn)