logo

MPR RI Micro Site

Rabu, 12 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Isi Libur Panjang Mahyudin Berburu Durian Jatuh

Rabu, 27 Des 2017 - 22:00:00 WIB
M Anwar, TEROPONGSENAYAN
79Mahyudin-Durian.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Wakil Ketua MPR Mahyudin Mengisi libur panjang akhir tahun 2017 di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan bersama rekan-rekannya alumni SMAN 2 Tanjung

BANJAR (TEROPONGSENAYAN)--Mengisi libur panjang akhir tahun 2017 Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menghabiskannya di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan bersama rekan-rekannya alumni SMAN 2 Tanjung. Di sana, tepatnya di desa Bi'ih, Senin (25/12) Mahyudin berwisata agro berburu durian jatuh di awal musim buah ini.

“Menunggu durian masak pohon jatuh ke tanah di pondokan dan langsung dinikmati. Seru! Rasanya lebih enak dan sensasional,” ujar mantan Bupati Kutai Timur ini.

Bukan tanpa alasan, Mahyudin bahkan rela tidur di pondokan kebun durian yang dingin dan gelap.

“Di desa ini terkenal Durian Penyengat. Juara ke-2 Durian tingkat Nasional. Rasanya benar-benar nikmat,” kata legislator Golkar asal dapil Kaltim-Kaltara ini.

Namun, Mahyudin menyayangkan pohon-pohon durian di kebun itu banyak yang sudah tua. “Mayoritas pohonnya sudah tua, jadi buahnya tak banyak. Perlu perhatian dinas perkebunan pemkab setempat untuk pembibitan dan pelestariannya.” ujarnya seperti dalam siaran persnya.

Mahyudin juga sangat mengapresiasi upaya warga Desa Bi’ih yang berinovasi menyiapkan kebun-kebun durian warga menjadi destinasi wisata agro. “Hebat! Biasanya mereka bawa langsung buah-buah durian ke pasar. Kini wisatawan yang datang ke desa mereka untuk mencicipi durian khasnya. Perekonomian warga jadi hidup. Dan saya bangga Desa Bi’ih kini jadi destinasi wisata baik turis lokal maupun mancanegara,” pujinya.

Mahyudin melihat hal tersebut harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Mengingat makin antusiasnya animo masyarakat yang ingin berwisata ke desa Bi’ih, terutama perlu peningkatan kualitas fasilitas bagi para wisatawan.

“Saya rasa itu bisa jadi peluang investasi yang menarik. Contohnya, pemerintah bisa memberdayakan masyarakat menyediakan saung-saung penginapan yang layak, memperbaiki akses jalan yang baik dan menata kedai-kedai cinderamata yang menarik,” sarannya.(yn)