logo

MPR RI Micro Site

Rabu, 12 Desember 2018 | Edisi : Indonesia

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Tinjau Pasar Higienis Ternate

Kamis, 28 Des 2017 - 21:52:06 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
68OSO-Pasar-Higienis.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Oesman Sapta dalam kunjungan kerjanya ke Kota Ternate

TERNATE (TEROPONGSENAYAN)--Salah satu agenda kegiatan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Oesman Sapta dalam kunjungan kerjanya ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah mengunjungi pasar tradisional higienis "Bahari Berkesan". Ini merupakan satu dari banyak pasar kota semi modern di Kota Termate.

Tiba di pasar itu sekitar pukul 09.30 WIT, Oesman Sapta yang didampingi Walikota Ternate Burhan Abdurahman langsung menyita perhatian perhatian para pedagang dan pengunjung pasar. Begitu memasuki pasar, Oesman Sapta mampir di kios ikan asap milik Ibu Nursan Saban.

"Ikan ini sudah masak? Berapa harganya?" tanya Oesman Sapta. Saat dijawab oleh Nursan harganya Rp 35 ribu per kilo, Oesman pun membelinya sebanyak 10 kilogram.

Mengetahui Oesman Sapta membeli di kios Nursan, pedagang ikan yang sama setengah berteriak.

"Bapak juga harus beli di tempat saya, biar adil," ujar Ibu Tina, juga pedagang ikan asap.

Lalu Oesman Sapta bergeser ke kios Tina dan membeli 10 kilogram lagi. Supaya adil, Oesman Sapta juga membeli ikan yang sama dari pedagang lainnya.

Terus menyusuri kios pedagang ikan kering, Oesman Sapta mampir di kios ikan teri milik H. Ade. Setelah mencicipi langsung ikan teri, Oesman Sapta lalu membeli dua kilogram seharga Rp 75 ribu per kilogramnya. Selanjutnya Oesman Sapta juga membeli 10 ikat kayu manis dan dua kilogram ikan teri Ngapi-ngapi.

Keluar dari kios ikan kering, Oesman Sapta beralih ke kios pegangan daging. Di sini Oesman Sapta mendapat penjelasan dari Ibrahim, salah seorang pedagang daging. Bahwa setiap harinya kebutuhan daging di Kota Ternate sebanyak 840 kilogram. Saat ini harga daging per kilo-nya Rp 110 rib. "Apa bisa diturunkan lagi harga daging?" tanya sekaligus harapan dari Oesman Sapta. Soal harga daging, menurut Ibrahim, tergantung dari ketersediaan sapi potong, yang berasal dari luar daerah.

Setelah sempat menjenguk kios sayur mayur, Oesman Sapta mengakhiri kunjungannya di pasar higienis ini.

"Ternyata harga pangan di Ternate ini tidak berbeda jauh dengan harga di Jakarta," begitu komentar Oesman Sapta. Itu artinya, menurut Oesman Sapta, pengendalian harga di sini cukup bagus.

Hal yang menarik, menurut Oesman Sapta, tentang pengembangan pasar ini. Pasar ini dulunya pasar tenda yang terarah, kemudian berkembang menjadi pasar tradisional semi modern. Hanya saja Oesman Sapta berharap soal kebersihan harus diperhatikan.
"Saya lihat soal kebersihan agak kurang," ujar Oesman Sapta.(yn)