logo

MPR RI Micro Site

Kamis, 16 Agustus 2018 | Edisi : Indonesia

Tangkal Hoax, Sekjen MPR Dorong Anak Muda Miliki Ketahanan Ideologi

Senin, 05 Mar 2018 - 08:46:18 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
27Sesjen-MPR.jpg
Sumber foto : Humas MPR
Sekjen MPR Maruf Cahyono ketika menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR kepada sekitar 500 peserta Konferensi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah se Jawa Timur di aula Hotel Surya Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu siang (3/3/2018)

KEDIRI (TEROPONGSENAYAN)--Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Maruf Cahyono mengatakan, ketahanan ideologi kunci mengatasi penyebaran berita hoax (Berita palsu) dan tantangan lainnya.

Sebab, dengan ketahanan ideologi, kata Maruf, kita tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dengan demikian kita bisa menggunakan media sosial untuk kepentingan lebih produktif, kepentingan yang mampu mengembangkan demokrasi dan nilai-nilai ideologi kita.

Hal itu disampaikan Maruf ketika menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR kepada sekitar 500 peserta Konferensi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah se Jawa Timur di aula Hotel Surya Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu siang (3/3/2018).

Maruf menjelaskan, reformasi 1998 adalah momentum kenegaraan, sejarah ketatanegaraan, yang sangat luar biasa. Di situ ada lompatan sejarah dari masa Orde Baru ke Orde Reformasi, dan hal penting yang harus menjadi catatan kita semua sebagai generasi muda bangsa.

"Saudara-saudara tidak akan bisa duduk bersama di sini, seperti ini, kalau reformasi 1998 tidak terjadi. Karena itu peran generasi muda dalam membangun demokrasi Indonesia, tentu, sangat besar. Karena generasi muda penerus estafet perjuangan bangsa, dan tentunya juga mengisinya supaya sesuai dengan cita-cita bangsa," ungkpanya.

Maruf menyatakan, kita harus terus meneruskan memperjuangkannya agar ideologi bangsa bisa dilaksanakan, karena ideologi bangsa itulah sesungguhnya cita-cita kita bersama.

"Ideologi bangsa yang di dalamnya ada yang namanya jaridiri bangsa, karakter bangsa, identitas nasional kita. Kalau generasi muda tidak paham atau tidak tahu hal itu lalu siapa lagi yang akan memperjuangkan cita-cita bangsa," katanya.

Ia mengingatkan, tantangan Indonesia sekarang ini begitu besar, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Untuk menghadapi tantangan yang besar itu, menurut Maruf, generasi muda harus memiliki ketahanan ideologi.

"Ideologi adalah jatidiri bangsa kita. Ideologi adalah karakter bangsa kita," katanya.

"Jadi, kalau seorang pemuda Indonesia tidak memiliki ke-Indonesiaannya yang namanya jatidiri, tentu, kita akan sulit untuk bisa menghadapi tantangan-tantangan, baik internal maupun ekternal itu," kata Maruf seraya menyebutkan salah satu jatidiri bangsa Indonesia adalah religius.

Seorang pemuda atau remaja, menurut Maruf, harus memiliki jiwa religius, memiliki jiwa yang humanis, harus terus bersatu, memiliki naaionalisme. Semuanya itu dalam kerangka demokrasi.

"Seorang pemuda harus memahami demokrasi, dan seorang pemuda harus bersama-sama membangun bangsa untuk memciptakan kesejahteraan sosial.(yn)