logo

MPR RI Micro Site

Rabu, 23 Januari 2019 | Edisi : Indonesia

Bertemu HNW, Pemerintah dan Parlemen Sudan Ingin Belajar dari Indonesia

Rabu, 28 Nov 2018 - 22:12:30 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
74Hidayat-Dubes-Sudan.jpg.jpg
Sumber foto : Humas MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) bertemu dan berbincang dengan Dubes Sudan, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Duta Besar Sudan untuk Indonesia Elsiddieg Abdulaziz Abdalla didampingi Wakil Dubes Osama Mohammad Yassen Yagoub mengungkapkan rasa takjub serta apresiasinya dengan berbagai kemajuan yang dialami Indonesia terutama dunia demokrasi di Indonesia yang luarbiasa.

Elsiddieg mengatakan bahwa perjalanan demokrasi di Indonesia sangat menginspirasi dan berharap agar pemerintah dan pelaku-pelaku demokrasi di Sudan termasuk Parlemen Sudan belajar banyak dari Indonesia. Elsiddieg juga menekankan, di jaman dimana demokrasi memang amat sangat dipentingkan menjadi sangat relevan jika hubungan antar negara dijalin, dibina dan dikembangkan serta dikuatkan. 

Banyak hal, lanjut Elsiddieg yang bisa dipelajari di Indonesia terkait bagaimana proses demokrasi dikelola, hubungan antar warga dikelola, hubungan antar agama dikelola, bagaimana menghadirkan negara yang aman dan damai sehingga bisa menghadirkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

Sudan juga diharapkan belajar dari Indonesia dibidang perekonomian, dan investasi.  Intinya, kedua negara bisa saling belajar dan saling mengambil manfaat yang baik untuk masing-masing negara. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), usai bertemu dan berbincang dengan Dubes Sudan, di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

“Saya sampaikan juga kepada beliau, apresiasi saya jika Sudan menganggap Indonesia baik dalam berdemokrasi dan sangat mendukung hubungan kerjasama antara Indonesia dan Sudan.  Kepada beliau saya katakan bahwa Indonesia memang memiliki pengalaman yang bagus dan matang dalam kerjasama antara parlemen-parlemen dunia dengan membahas berbagai agenda dan permasalahan dunia yang sangat penting seperti menghadirkan kepedulian terhadap masalah Palestina, penolakan LGBT dan lainnya,” katanya.(yn)