logo

MPR RI Micro Site

Rabu, 23 Januari 2019 | Edisi : Indonesia

MPR: Kalau Pancasila Hilang, Bangsa Indonesia Juga Hilang

Jumat, 30 Nov 2018 - 10:54:09 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
43IMG-20181129-WA0002.jpg.jpg
Sumber foto : Humas MPR RI
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Pertunjukan wayang kulit kali ini digelar di desa  Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018) malam

JEPARA (TEROPONGSENAYAN)--Majelis Permusyawaratan Rakyat mengadakan pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Pertunjukan wayang kulit kali ini digelar di desa  Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018) malam, dan mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat.

Buktinya, pagelaran wayang yang diselenggarakan di halaman Kantor Balai Desa Bugel, Jepara, itu mampu menyedot ribuan warga masyarakat yang ingin menyaksikan pentas wayang dengan dalang Ki Masnanto, atau yang terkenal dengan sebutan Ki Dalang Mbeling. 

Ikut hadir dalam acara tersebut anggota Fraksi Golkar MPR RI Bowo Sidik Pangarso, Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR Siti Fauziah, Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Publik serta Hubungan Antar Lembaga Muhamad Jaya, juga  Forkopimda setempat dan Petinggi desa Bugel Masno.

Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wibisono Minandito, itu dibuka oleh anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI Bowo Sidik Pangarso, mewakili pimpinan MPR. Prosesi pembukaan pagelaran wayang kulit, itu ditandai penyerahan tokoh wayang Wibisono dari Bowo Sidik kepada Ki Dalang Mbeling.

Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan, Bowo Sidik mengingatkan Sosialisasi Empat Pilar adalah tugas dan acara negara. Bahkan undangannya pun yang mengeluarkan adalah MPR, salah satu lembaga negara yang eksistensinya diatur  dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena itu, Bowo Sidiq menyesalkan jika ada yang mengaitkan, kegiatan Sosialisasi, ini sebagai ajang kampanye jelang pemilu serentak April 2019. 

Acara Sosialisasi, ini kata Bowo Sidik sangat penting. Karena pasca reformasi, para pemimpin takut bicara soal Pancasila. Dianggapnya, Pancasila merupakan pemicu hancurnya ekonomi dan tatanan sosial bangsa Indonesia. Padahal, apa jadinya bangsa Indonesia jika melupakan jatidiri dan ideologi Pancasila

"Lalu, Pimpinan MPR berinisiatif mensosialisasikan kembali Pancasila beserta UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," kata Bowo Sidik lagi. 

Sosialisasi Empat Pilar dilakukan, karena Pimpinan MPR sadar, kalau Pancasila hilang maka hilang pula bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila harus dipertahankan jangan sampai hilang dari bumi Indonesia. 

Senada dengan Bowo Sidik, Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah menegaskan, MPR Memiliki berbagai metode dalam melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar. Antara lain, cerdas cermat, outbond, TOT, seminar, perkemahan hingga pentas kesenian tradisional. Jadi tidak benar, jika kegiatan pementasan wayang dikaitkan dengan pemilu. Karena kegiatan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari, diberbagai daerah di Indonesia. 

"Selain tontonan, pementasan wayang kulit juga memiliki tuntunan, agar kita bisa menjalani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat secara baik dan benar. Inilah salah satu maksud diselenggarakannya sosialisasi menggunakan metode pementasan wayang kulit," kata Siti.(yn)